Senin, 25-Oct-2021

Senin, 19/06/2017 Umum 426 hits

Ramadhan Kareem

Jelang beberapa hari kedepan, Ramadhan yang agung akan segera berakhir. Sebagian muslim dengan antusias menyambut pekan terakhir ramadhan dengan berbagai kegiatan yang khas jelang lebaran. Terekam jelas disosmed bagaimana sebagian muslim dengan bangga, memenuhi beranda sosmed dengan aktifitas belanja, jalan-jalan sore atau sekedar upload moment saat bikin kue bersama anak tercinta. Sebagian muslim lain sibuk juga (disosmed-red) upload gambar dan kata-kata yang begitu sangat menyentuh karena akan segera berakhirnya ramadhan tahun ini.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Yang menjadi pertanyaan adalah, Tahun keberapakan kita menjalani ramadhan kali ini?

Ketika melihat penomena kebanyakan yang terjadi setelah ramadhan  berakhir, secara sederhana bisa penulis simpulkan,

#Kita tidak termasuk golongan orang yang beriman atau

#Puasa yang kita jalani tidak menjadikan kita bertakwa.

Tahun lalu, Tarawih semangat diawal dan kendur d akhir, dan tahun ini masih, tahun lalu kita sering tidur siang dan begadang dimalam hari, tahun ini masih, tahun lalu tadarus bolong-bolong dan tahun ini masih, tahun lalu kita dibuat mumet dengan harga daging yang tinggi dan tahun ini masih, tahun lalu kita beli baju dengan model koko muslim yang lagi trending, dan tahun ini belanja online.

Semoga kita termasuk golongan yang menjalani ramadhan kali ini lebih baik dari tahun kemarin.

“Iman adalah engkau mengimani Allah, mengimani Malaikat-Nya, mengimani Kitab-kitab-Nya, mengimani para Rasul-Nya, mengimani hari kiamat, mengimani qadha dan qadar, yang baik maupun yang buruk”

“Taqwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah”


*#TAMU YANG KECEWA"

Sahabatku yang tercinta..

Rasanya aku ingin segera pulang...

Sudah berjalan 3 minggu aku bertamu....

namun seringkali aku ditinggal sendirian..

Walau sering dikatakan tamu agung, dengan sambutan Marhaban.. namun perilakumu kepadaku tidak luar biasa..

Bahkan oleh-olehku yang aku bawa dari jauh, nyaris tak kau sentuh...

Al-Quran hanya dibaca sekilas, 

kalah dengan update status yang isinya penuh canda lewat Android smartphone dan tontonan indihome..

Sholat Tarawih tidak lebih khusyu, 

kalah bersaing dengan bayangan penampilan pada hari lebaran...

Tak banyak kau minta ampunan dari dosamu yang bertumpuk,sebab sibuk dengan belanja dan bermain, padahal aku membawa banyak maghfirah....

Malam dan siang tidak banyak dipakai kebaikan, selain bikin acara dan buka bersama di hotel mewah atau restoran mahal...

Tidak pula banyak infaq dan sedekah, karena khawatir uang tidak cukup, buat mudik dan piknik liburan sehabis Lebaran...

Sahabatku, rasanya aku seperti tamu yang tak diharapkan.... 

sepertinya engkau tidak akan merasa menyesal bila aku tinggalkan...

Padahal aku datang dengan kemuliaan, kebarokahan dan rahmat... yang seharusnya aku tidak pulang dengan hampa...

Percayalah sahabatku...

Bila nanti aku pulang, belum tentu akan kembali bisa bertemu lagi,

karena jatah hidupmu bisa jadi keburu habis...

sehingga nanti engkau akan menyesal telah membiarkan aku dibiarkan terlantar....

Masih tersisa 1 minggu lagi buat kita bersama...

Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pamit pulang...

Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang wajib engkau pertanggung jawabkan dalam waktu yang panjang...

Selamat bermuhasabah


: tanpa label

JAJAK PENDAPAT

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?