JAKARTA - Pembangunan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirasa akan dapat mengatasi kesenjangan pendidikan dan dunia kerja.
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, dalam
meningkatkan kualitas pendidikan terutama untuk mengatasi pengangguran,
Kemendikbud mengutamakan program di SMK.
"Terkait kejuruan,
porsi kebutuhan SMK ini, di atas 70%. Hal ini karena ada ekspansi, di
sektor pariwisata, pertanian, kemaritiman, perikanan dan juga kelautan,"
kata Menteri Anies di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu 21 Mei
2016.
Anies menyebut, pihaknya juga akan mengutamakan dan memperbanyak pembangunan SMK terutama dalam tahun ini.
"Tahun
ini kita lompat sekali. Tadinya 20-30 SMK saja yang kita buat, tiap
tahunnya. Kali ini ada 341 SMK. Seperti di Maluku kita tingkatkan,"
ucapnya.
"Membuat sekolahnya saja, tidak cukup, tapi materinya
juga, alat-alatnya juga, modul-modul pembelajaran. Dengan menyediakan
750 guru, kita sediakan guru SMK, juga modul baru. Kita akan
menyelaraskan kejuruan dengan industri," pungkasnya.
(maf)