Selasa, 09-Mar-2021

Juma't, 17/02/2017 Pendidikan 1439 hits

Ujian Nasional Berbasis Komputer

Kementrian pendidikan dan kebudayaan indonesia pernah melansir bahwa pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2015 telah berhasil memangkas anggaran hingga 30%, biaya penggandaan soal saja menenbus angka 560 Milliar belum lagi biaya pendistribusian yang menembus angka 80 juta rupiah perwilayah, sungguah angka yang pantastis jika dikorelasikan dengan presentasi peningkatan mutu pendidikan sebagai hasil dari evalusi pendidikan (ujian nasional) yang tidak jelas. 

Ujian Nasional Berbasis Komputer atau online, sebenarnya bukan hal yang baru, beberapa negara lain di Asia juga sudah terlebih dulu menggunakan sistem ini, seperti Malayasia, Thailand, Singapura, China, Fhilipina dan Jepang. Bukan tidak menjadikan sebuah alasan bahwa sistem ini mejadikan indonesia sejajar dengan negara-negara di Asia lainnya. Terlepas dari itu semua, Ujian Nasional Berbasis Komputer mempunyai beberapa kelebihan dibanding Ujian Nasional Berbasis Kertas, diantaranya:

Soal Ujian Nasional Berbasis Komputer bisa diguanakan berulang -- ulang karena format soal yang berbentuk soft copy, sehingga bisa gunakan untuk simulasi atau latihan pengerjaan soal, sementara Soal Ujian Nasional Berbasis Kertas hanya bisa digunakan sekali pakai karena bentuknya hard copy, belum lagi penyimpanannya yang memerlukan tempat khusus, meskipun adakalanya bentuk soal berbasis kertas juga bisa digunakan sekali dua kali untuk latihan soal, tapi karena bentuknya yang rentan rusak dan gampang hilang sehingga bentuk soal ini kurang praktis.

Pada penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Kertas yang lalu, isu kebocoran jawaban ujian pernh menjadi pembahasan hangat didunia pendidkan, sehingga pengguana soal paket mulai diterapkan oleh pemerintah, mulai dari dua paket A dan B, Lima paket, hingga dua puluh paket yang dibedakan dengan menggunakan barcode. Ketersedian soal dalam bentuk hard copy lebih memudahkan penyalahgunaan berkas soal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga kebocoran jawaban atas soal lebih rentan. Sementara penggunaan soal berbentuk soft copy lebih sulit untuk disalah gunakan, karena hanya dengan satu klick saja urutan nomor soal bisa berubah dan acak seketika. Sehingga kalaupun ditemukan kebocoran jawaaban soal di internet seperti yang diisukan pada waktu Ujian Nasional Berbasis Kertas yang lalu, dipastiakn itu palsu.

Beberapa tenaga pendidiik mungkin pernah mengalami, harus berangat lebih pagi hanya untuk melaksanakan pengasawasn silang kedaerah lain yang jaraknya jauh dan kondisi jalan yang tidak bersahabat, sesampainya dilokasi ujian pun harus juga disibukan dengan adminitrasi pengawasan yang jika salah intruksi saja, bisa berakibat patal bagi siswa yang sedang ujian ( tertukar barcode soal dengan barcode lembar jawaban). Admistrasi ujian dengan menggunakan kertas sungguh sangat menyita waktu, pengisian absensi, berita acara, mengurutan hasil ujian/LJK, peng-lak-an yang harus disaksikan oleh tim pengawas indepnden (TPI), pengembalian soal ke wilbi, daerah dan pusat yang rentan hilang dan rusak, semunya memakan waktu dan biaya. sementara dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer, semua administrasi dan pengawasan bisa diminimalisir seefisien mungkin, cukup hanya dengan satu tehnisi dan satu proktor lokal (guru yang dilatih) 

Namun, terlepas dari itu semua, penyelengaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer juga mempunya beberapa kendala yang mungkin dihadapi oleh beberapa sekolah, terutama sekolah yang secara tehnis jauh dari kota atau belum mempunyai prasarana yang lengkap seperti jaringan internet, ketersediaan komputer penunjang (masih banyak sekolah yang ketersedian komputer masih berada di rasio 1: 4 atau lebih, sehingga penyelengaran ujian berbasis komputer ini diselengarakan dengan konsep pemnbagian shift) dan yang tidak kalah "sakralnya" adalah listrik, jaringan listrik yang dibeberapa daerah masih sering terjadi pemadaman tanpa sebab juga merupakan kendala yang mungkin harus dihadapi oleh penyelengara.

Terlepas dari semua kendala yang muncul, dengan adanya pelaksanaan Ujian nasional berbasis komputer, seyogyanya apresiasi yang tinggi harus deberikan kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan, karena ini adalah progresive yang positif bagi kemajuan dunia pendidkan di indonesia, belum lagi  tren jaman yang sudah berpindah dari era manual ke digital, apakah kita akan berdiam diri dan tergerus jaman? atau ikut berlari dan menjadi yang terdepan!.. Salam Perubahan 

: tanpa label

Menjadi Guru Yang Dirindukan

Minggu, 19/03/2017

JAJAK PENDAPAT

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?